Pondok Silat Ramadan PSHT Cabang Denpasar

PSHT yang bernaung dibawah Yayasan Al-Maruf, Denpasar menggelar PONSIMA (Pondok Silat Ramadhan)1439 H untuk kali kelima.

Kali ini menurut Panitia Litbang Miftahul Rohman pesertanya merupakan campuran antara siswa di komisariat (siswa SMA/SMK) Yayasan) dan siswa yang ada di PSHT cabang Denpasar.

“Jumlahnya total 80 orang,” ungkapnya ditemui hari ke-2 PONSIMA V di Yayasan Al Maruf, Jalan Angsoka, Ubung, Denpasar, Sabtu (2/6).

Kepala sekolah MTS Yayasan Al Maruf Ahmad Rosid yang juga menjabat sebagai Ketua Ranting PSHT Cabang Denpasar Utara mengungkapkan, Ponsima V lebih menitikberatkan pada pembelajaran rohaninya dengan jumlah persentase rohani 60 persen dan 40 persen jasmani.

Proses pembelajaran rohani siswa diharapkan mampu membentuk pribadi manusia berbudi luhur dimana tau benar dan tau mana yang salah (ke SH-an atau Setia Hati).

“Pagi kita ajarkan Sholat Tahajud jam tiga kita bangunkan Ishoma tunggu Sholat Subuh termasuk Qultum, jamaah Subuh kita berikan ke mereka itu selama tiga hari mulai kemarin tanggal 1 Juni sampai esok (Minggu 3 Juni 2018),” jelas pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris PSHT Cabang Bali ini.

Lanjut, pihaknya mengajarkan siswa untuk peduli kebersihkan lingkungan, setelah itu hingga waktu Dhuha, diberikan Tadarus bersama, kemudian istirahat Sholat Dhuhur dan lanjut mengaji.

“Solat Ashar, bukber Qultum, Sholat Taraweh itu kegiatan intinya seperti itu jadi tiga hari itu kita maksimalkan,” ungkapnya.

Sementara, Ketua Cabang Denpasar Sunarko diwakili Ketua Panitia Anang Suryanto mengatakan, Ponsima dibangun dari awal yakni sejak tahun 2013. Pihaknya membentuk dan merintis silat terutama PSHT di Yayasan dengan latihan sembunyi-sembunyi namun akhirnya sekolah mensuport dan akhirnya berkembang hingga kini.

Dan dalam Ponsima V kali ini sekalian ujian kenaikan tingkat siswa untuk jenjang sabuk putih. Jumlahnya ada sekitar 53 orang secabang Denpasar, katanya. Sementara untuk pesertanya merupakan siswa di Yayasan Al Maruf mulai tingkat SD-SMA/SMK atau MTS dan MI.

Meski belum mengharumkan nama Bali di ajang Olahraga Silat Nasional, perguruannya patut berbangga atas prestasi siswi SMK Bali Dewata yang lolos di Pekan Olahraga (Porjar) tingkat Provinsi atas nama Riska Ayu Tri Nabila (15).

Ditambahkan Anang Suryanto pula anak didiknya tidak mungkin melakukan perbuatan yang menyimpang. Karena PSHT mengedepankan siswa yang memiliki rasa persaudaraan yang tinggi.

Hal ini diamini oleh Nadia salah satu perempuan guru pelatih Silat Ponsima kali ini. Perempuan berwajah ayu dan berumur 20 tahun ini masih duduk di bangku kuliah dan merupakan alumnus SMK di Yayasan Al Maruf.

“Persaudaraan tidak memandang perempuan dan laki-laki. Kalau ketemu wajib bersalaman. Intinya kita diajari ke SH-an (attitude),” ceritanya.

Sementara itu ada selentingan yang menyebut bahwa perkumpulan perguruan SH Terate kerap diidentikkan dengan dukungan ke salah satu calon atau paslon di politik terutama jelang Pilkada Bali 2018, namun hal ini terbantahkan.

“Kalau di Bali kita jumlahnya ribuan, namun sesuai rapat di Madiun 11 September 1966 masalah agama dan politik diserahkan ke individu warga Terate. SH Terate netral tidak memihak antar agama, golongan. SH Terate itu ada dimana-mana tapi bukan untuk dimana-mana. Kita tidak untuk memihak satu partai atau golongan tertentu,” tandas Panitia Litbang Miftahul Rohman.

Sumber berita diambil dari: Bali Berkarya.

Yuk bagikan!

About SH Terate