SH Gelar Haul Ki Ngabehi Soero Diwirjo

Momentum “Islah” Antar Persaudaraan SH
MADIUN – Tidak ingin dianggap sebagai sumber yang meresahkan masyarakat, persaudaraan Setia Hati (SH) yang terdiri dari beberapa perguruan silat seperti SH Tunas Muda Winongo, SH Terate, SH Organisasi, SH Tuhu Tekad dan lainnya bersepakat melakukan “islah”. Peringatan hari ulang tahun (haul) pendiri SH, Ki Ngabehi Soero Diwirjo menjadi momentum untuk mengibarkan bendera “perdamaian”.

Peringatan haul yang baru perdana dilakukan ini, sengaja digelar untuk membina persatuan dan mempererat persaudaraan antar perguruan SH di wilayah Madiun dan sekitarnya. “SH didirikan untuk tujuan yang sangat mulia. Jangan disalahgunakan untuk meneror masyarakat. Sebagai generasi penerus SH, kita harus mikul duwur mendem jero ajaran Ki Ngabehi Soero Diwirjo,” ungkap panitia bersama haul, Bambang Dwi Tunggal, kepada koran ini di sela-sela persiapan haul di lapangan Desa Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, kemarin (12/1).

Rencananya, haul yang akan dihadiri sekitar 1.000 orang undangan dari berbagai perguruan silat SH dan tokoh-tokoh masyarakat tersebut, mulai digelar hari ini mulai pukul 08.00 WIB. Dimulai dengan berbagai sambutan dan pelurusan sejarah pendiri SH yang akan disampaikan H Koes Amin Soenyoto dan dilanjutkan dengan semaan Alquran. Akan hadir juga Kapolwil Madiun Kombespol RML Tampubolon dan Walikota Madiun Kokok Raya.

Menurut Bambang, acara ini dilakukan untuk menghormati Ki Ngabehi yang telah mendirikan SH sejak tahun 1903. Tokoh pesilat yang lahir tahun 1869 itu, diharapkan menjadi pemersatu bagi berbagai perguruan SH yang telah tersebar di seluruh penjuru tanah air. “Kita harus ingat bahwa sebenarnya kita ini adalah satu sumber. Jadi marilah kita jalin komunikasi yang sehat, persaudaraan dan persatuan,” lanjut Bambang.

Rangkaian acara haul untuk mengenang jerih payah tokoh silat yang wafat pada tanggal 10 november 1944 ini, pada tanggal 5 Januari lalu persaudaraan SH juga telah menggelar tahlilan di makam Ki Ngabehi di Desa Winongo. “Persaudaraan ini dibangun atas dasar nilai-nilai religius. Ini yang harus dikedepankan. Untuk menghormati jasa Ki Ngabehi yang telah memberikan ilmunya hingga turun temurun kepada kita, adalah dengan mendoakan beliau,” tandasnya. (mg3)

Sumber : Radar Madiun

About admin

Hendra W Saputro, tinggal di Denpasar, Bali. Pengesahan 1993, PSHT Cabang Mojokerto. Saat ini berwirausaha di Bali Orange Communications - http://www.baliorange.net. [Blog] http://www.hendra.ws [FB] http://www.facebook.com/hendrawsaputro [Twitter] @hendrawsaputro