SELAMATAN di Pengesahan SAKRAL atau RAHASIA?

Beberapa waktu yang lalu tepatnya bulan September 2019, kami memposting kegiatan Pengesahan / Wisuda Warga Persaudaraan Setia Hati Terate dengan harapan khalayak lebih mengetahui Ajaran Setia Hati yang ada dalam Aliran Pencak Silat ini yang nyata sangat Indonesia, sangat Jawa dan Njawani, sangat Nusantara dan terutama mengajarkan Ajaran Budi Luhur.

Namun komentar yang masuk justru mempermasalahkan kata SAKRAL yang konotasinya tidak sesuai atau malah sangat berbeda dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia, bahkan tidak sesuai pemahaman yang benar. SAKRAL dalam Bahasa Indonesia artinya adalah Suci, Keramat. Dalam contoh di Kamus Besar Bahasa Indonesia dicontohkan adalah Tarian, dan juga Menikah.

Jadi sakral itu adalah mengandung kata kesucian, tapi bukan rahasia. Jadi sebenarnya pingin tertawa saja, ada yang terus menghujat, meminta postingan dihapus dan lain-lain. Kasihan saja Warga Persaudaraan Setia Hati Terate yang notabene diajarkan bahwa pelajaran kehidupan ini belum berakhir setelah diwisuda sebagai Warga ternyata masih terkungkung pemikiran yang kaku, bagai katak dalam tempurung. Yang ada hanya kebenaran dirinya saja. Itu juga menandakan sifat ANANIYAH = KEAKUANnya sangat tinggi. Padahal sifat Ananiyah itu hanya milik Gusti Allah, Gusti Murbeing Dumadi. 🙂

Mekah itu disebut tanah haram (tanah suci), tanah sakral, artinya adalah tempat kita menyembah dan mengabdi hanya pada Tuhan. Tapi tanah sakral itu terus terbuka, bahkan kegiatan ibadah mulai ihram, wukuf, sa’i dan lain sebagainya itu diliput sedemikian rupa. Demikian juga acara Kebaktian di Gereja itu juga disebut acara Sakral.

Kitab suci, AlQur’an misalnya, itu juga disebut Kitab Sakral, karena didalamnya berisi firman Tuhan, sejarah manusia dan masih banyak lagi. Itupun diwajibkan bagi kita membukanya, mempelajarinya, memahaminya kemudian mengamalkannya dalam kehidupan. Demikian juga Kitab Suci agama lainnya.

Adalah sangat berlebihan jika SELAMATAN disebut lebih sakral dari kedua contoh diatas, sampai harus DIRAHASIAKAN. Disini mulai ada kesimpulan, bahwa menurut oknum-oknum Warga tersebut SAKRAL itu artinya adalah RAHASIA. Kasihan juga dengan pemahaman mereka ini. Tidak mau membaca atau belajar dengan baik dan benar, malah sering kata-kata kotor yang keluar. Sungguh kasihan.

Nanti di alam barzakh, alam kubur, Malaikat tidak akan menanyakan SAKRAL SELAMATAN sesuai pemikiran Jenengan semua. Justru Tuhanmu, Nabimu, Kitab sucimu, ibadahmu itu yang akan ditanya. Jangan berlebihan, sehingga pemikiran Jenengan menjatuhkan Jenengan kedalam syirik, mempersekutukan Tuhan, atau memahami salah tentang jalan menuju Tuhan dengan pemikiran SAKRAL yang salah itu.

Yuk kita belajar, banyak membaca, banyak memahami kebenaran dengan banyak membaca ilmu kalam, ilmu sabda Ketuhanan. Jangan menangnya sendiri atau bahkan menyalahkan orang lain tanpa ilmu.

Kami tahu beda antara SAKRAL dan RAHASIA, karena itulah mari menjadi manusia yang berakal sehat. Mari kita camkan bersama.

Salam Persaudaraan! Rahayu

Mas Derajad
Ketua Perwakilan Pusat PSHT Bali

Yuk bagikan!

About Humas PSHT Pusat Madiun

Humas PSHT Pusat Madiun Kepengurusan 2016 - 2021