Terapkan Sistem Kontrol Keluhuran Budi

Perkembangan SH Terate di Cabang Magetan, terus berkibar. Tahun ini saja, misalnya, cabang yang bersebelahan dengan Terate Pusat Madiun ini, berhasilkan mengesahlan 1600 warga baru. Jumlah yang cukup signifikan.

Sejalan itu, tentu sistem kontrol persaudaraan musti diperketat lagi. Ketua SH Terate Cabang Magetan Drs. Suryadi, saat ditanya soal ini yakin sistem kontrol paling akurat dalam konsep persaudaraan adalah cinta kasih dan keluhuran budi.

“Sebab yang kita kontrol itu pendekar. Mereka justru akan lebih segan jika disentuh hatinya dengan cinta kasih. Kalau dikerasi, tambah bubrah” ujarnya.

Dengan sistem kontrol berbasis cinta kasih itu pula, SH Terate Cabang Magetan coba terus berbenah. Ada kerjaan besar yang kini tengah digarap. Apa itu? Bangun padepokan senilai Rp 11 miliar. Satu jumlah yang tidak bisa dianggap kecil. Mampukah?

“Dulur-dulur di Magetan sudah sepakat satu kata. Insya Allah bisa. Tentunya bertahap,” ujar Suryadi. Saat ini, mulai digarap pondasi dan tembok keliling. Tahap berikutnya, segera dibangun gedung sekretariat.

“Sementara sekretariatnya dulu kita bangun. Kalau pendopo utamanya tahap berikutnya. Kita akan sesuaikan dengan anggaran yang ada dulu,” lanjut ketua cabang yang juga salah satu pendiri SH Terate Cabang Magetan tahun 1977 itu.

Kerajaan lain yang ingin diselesaikan adalah regenerasi. Mas Suryadi merasa usianya udah kelewat lanjut untuk pimpin sebuah organisasi persilatan selevel SH TerateAlasan lain dia menjabat sebagai ketua cabang sejak tahun 1982. “Karepku regenerasi. Jangan saya terus,” katanya.

Lalu siapa yang siap dan rela mengganti posisinya? Itu dia pertanyaan paling mendasar yang muncul ke permukaan. Sebab memimpin SH Terate beda banget dengan mimpin organisasi lain. Tak Cuma dibutuhkan leadership. Tapi juga jiwa besar dan cinta kasih.Moga aja ada yang rela.(elpos) Posted by lawupos on December 20, 2011

Yuk bagikan!

About Paedi

Pernah latihan Polos - Hijau di MAN NGLOROG SRAGEN th 1993, latihan kembali th 2003 di Rayon Sunter Jaya Jak-Ut dr polos hingga disyahkan menjadi WARGA SHT Th 2005 Di Cabang Jakarta Utara. Saat ini tinggal di Jakarta. Aktif di Rayon Pademangan (RAPAD) dan Pengurus Cabang Jakarta Utara.