Foto bersama PSHT dan Konjen RI untuk negeri Serawak Malaysia. Sebuah catatan seorang pelatih Mz Yohanes Iwan “Terimakasih pak Konjen, Sosok Pejabat yang ramah dan rendah hati, begitu juga para stafnya mereka memberi tempat yang seluas-luasnya bagi PSHT untuk berlatih digedung Pemerintah RI di sini, sebuah kesempatan yang langka”, ungkapnya Mz Iwan juga mengatakan ” Momen ini juga pertama kalinya bertatap muka langsung dengan Kepala Polis Diradja Malaysia, Intelijen PDRM dan Interpol, saya manfaatkan untuk menjelaskan tentang pencak silat khususnya PSHT.”
Mereka berkeinginan untuk dilatih, namun kesiapan sumber daya kita dalam pelatihan khusus seperti ini masih kurang. Ini juga bagian dari prioritas PETARUNG kedepan mengembangkan metode latihan khusus bagi militer dan kepolisian. harus ada manual Book atau panduan Trainingnya.
Banyak sekali Ide kreatif dan tips melatih yang sudah diberikan oleh mas Iwan untuk mengembangkan PSHT. Menurutnya pengalaman paling berharga ketika ditangkap dan disel seharian tanpa makan dan minum karena memakai kaos PSHT berbendera Sarawak dan Indonesia. Isu ini dituduhkan organisasi terlarang dan separatis, kecurigaan ini muncul karena hangatnya politik di Negeri Sarawak mengenai referendum merdeka dari Malaysia. Namun, ada hikmah yang didapat setelah mendapat tantangan Police Diradja (PDRM) untuk membuka latihan, gayung bersambut Interpol dan Konjen memberi ijin untuk latihan. Digedung Megah dengan berbagai fasilitasnya diberikan bagi PSHT.
Lalu mas Iwan mewawancarai pendekar-pendekar muda PSHT yang mempertaruhkan jiwa raganya ditanah rantau. “Kita perlu apresiasikan dan akan saya catat dalam PSHT Story dibuku yang rencana akan saya tulis” ungkapnya.
Sebuah catatan kecil perjuangan para insan PSHT yang tidak pernah dicatat dalam sejarah PSHT dan tidak pernah dihiraukan dalam perintisan awal organisasi. Dimana kita hanya tau hasilnya sajaberpa yang disyahkan..? Tetapi tanpa tau akan proses bersusah payahnya mendirikan latihan dinegeri orang. Dalam hal ini mas Iwan berkesempatan melatih Petarung Negeri Sarawak dalam menyusun sebuah pementasan seni, membuat koreografi pertarungan sederhana mengingat waktu yang sempit dalam 1 hari saja. Mereka sempat bingung apa yang harus ditampilkan, dengan begitu banyaknya gerak jurus, senam dan gerakan lainnya, kemudian Mas Iwan hanya membutuhkan beberapa gerakan saja untuk membuat pementasan. Namun meskipun hanya beberapa Senam dan Jurus yang digerakkan namun dengan koreo dan kembangan yang indah akan menjadi indah dipandang mata.
Begitulah segelintir pengalaman Mas Yohanes Iwan dalam perjalanannya mengabdikan diri untuk PSHT di negeri orang.

Follow





Tinggalkan Balasan