Jangan Menebar Kebodohan Dengan Mantra Pusat Madiun

Poro kadang kinasih

Pembelajaran hari ini adalah bagamana cara pandang suatu organisasi dalam persepektif kedaerahan.

Masih ingat saudaraku, negeri ini punya masa silam yang pahit. Hampir tiga setengah abad negeri ini dijajah.

Wow!, masa lalu yang kelam. Ternayata, negeri ini dijajah lebih lama dari pada kemerdekaannya.

PERSATUAN

Ya, kata persatuan yang belum didengungkan pada masa itu. Semua daerah berjuang sendiri sendiri untuk mempertahankan daerahnya masing masing. Semua suku berjuang masing masing untuk mempertahankan eksistensi sukunya. Sudah dapat ditebak, tentu dengan sangat mudah penjajah menggunakan strategi adu domba pada masa itu.

Pendiri PSHT tahu benar, bagaimana menjaga keutuhan suatu wadah organisasi, maka jawabanya adalah dengan memperkuat persatuan.

PERSAUDARAAN merupakan pilihan kata yang tepat.

Apakah organisasi PSHT pergerakannya hanya untuk satu daerah, suku, agama atau golongan?

Jawabanya adalah “TIDAK“.

Sebelum saya lanjutkan pemikiran saya, seyogyannya tulisan ini tidak perlu diperdebatkan, apalgi sampai kebakaran jenggot. Ini hanya sebuah pemikiran yang dituangkan dalam tulisan.

Mungkin bisa salah tapi bisa jadi 100% benar. Semua tergantung dari pembaca dalam memandang dan menyikapi tulisan ini.

Baik, mari kita lanjutkan.

Poro dulur, coba kita berpikir dewasa dalam membaca sebuah informasi, lakukan analisa dan kajian informasi yang didapat. Jika kita sudah melakukan proses analisa dan kajian, artinya poro dulur sudah bisa berpikir dewasa dan mampu berpikir secara akademis.

Baik, saya akan mengurai perjalanan singkat cikal bakal berdirinya PSHT.

Organisasi PSHT bermula dari peran hebat seorang pendekar kawakan yang bernama mas Masdan atau dikenal dengan Ki Ageng Suro Diwiryo (eyang suro), tahun 1903.

Setelah beliau merantau dan berguru ilmu silat ke berbagai daerah, seperti Jawa Timur, Jawa Barat, bahkan sampai ketanah Sumatera.

Eyang suro memutuskan untuk membuka latihan bela diri pencak silat dengan nama Sedulur Tunggal Kecer di Surabaya. Permainan pencak silatnya dikenal dengan nama Joyo Gendelo Cipta Mulyo.

Dalam perjalanan waktu aliran pencak silatnya dikenal dengan nama Setia Hati.

Baik, Sampai sini kita dapat simpulkan, dengan pertanyaan, apakah eyang Suro Diwiryo memakai nama kedaerahan, sebagai nama perguruannya, atau beliau mengagungkan nama kota Surabaya sebagai identitas perguruannya…..?

Baik, dulur kinasih, kalian sudah menjawabnya.

Pembahasan selanjutnya, Setia Hati merupakan cikal bakal PSHT. Murid eyang suro yang bernama Ki Hajar Harjo Utomo meminta restu untuk mendirikan perguruan pencak silat sebagai wadah perjuangan kemerdekaan. Maka berdirilah Pemuda Sport Club (PSC) yang kini berubah namanya menjadi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).

Pertanyaan selanjutnya apakah Ki Hajar Harjo Utomo memasukan unsur kedaerahan untuk nama perguruanya?

Terima kasih atas jawaban, poro dulur semua.

Ternyata, mereka para sesepuh merupakah orang orang yang memiliki visoner jauh kedepan.

Artinya apa, SH atau PSHT suatu wadah yang dibuat/dibentuk untuk perkumpulan/pergerakan khalayak umum dengan tidak terkotak oleh kedaerahan, suku, agama tertentu dan golongan masyarakat.

Para sesepuh pendiri menginginkan keberadaan organisasi sebagai wadah pergerakan pemersatu bangas. Tanpa ada sekat jarak dan pembeda.

Maka ironis sekali, jika akhir-akhir ini kita sering mendengar mantra yang mengatakan PSHT Pusat Madiun.

Retorika bahasa yang digunakan, seolah-olah adalah opini ini dibangun untuk membohongi publik bahwa ada pusat PSHT lagi selain Madiun.

Semua dulur PSHT tahu dan paham bener bahwa PSHT itu berpusat di Madiun. Coba analisa dan kaji penggunaan retorika bahasa kedua kalimat tersebut. Tentu sangatlah berbeda makna dan arti. Maka sangat disayangkan jika sebuah opini dibangun hanya untuk menyesatkan.

Baik, kita akan kaji 2 kalimat yang hampir sama tapi berbeda makna dan arti

1. PSHT Pusat Madiun artinya berarti bisa jadi ada PSHT yang berpusat diluar madiun.

2. Kalimat kedua PSHT berpusat di Madiun. Tentu sudah jelas arti dan maknanya. PSHT hanya berpusat satu di madiun.

Anggota PSHT semua tau bahwa PSHT berpusat hanya di Madiun.

Pertanyaanya kalau ada pihak yang menyatakan kepengurusan PSHT 2017 berpusat di madiun, tentulah kepengurusan sebelumnya Parluh 2016 berpusat dimadiun juga.

Kok ada istilah JJ, pertanyaanya apa itu JJ?.

Usut punya usut mengandung arti Jakarta Jogja.

Artinya ada oknum/kelompok yang menuding kepengurusan mas Taufik akan memindah Pusat PSHT ke Jakarta atau Jogjakarta.

Opini dengan mantra memindah padepokan laris terjual, bagi durur PSHT yang pemikirannya belum sampai dalam menganalisa dan mengkaji suatu opini.

Opini yang dibangun sangatlah menyesatkan dan pembodohan publik.

Ketua umum PSHT periode 2016-2021 Dr.Ir.Muhammad Taufiq, SH, M.Sc dan ketua Majelis Luhur Ir.R.B.Wiyono menjalankan organisasi PSHT tetap berpusat di Madiun tanpa merubah sedikitpun aturan dalam Ad/art berkaitan dengan kedudukan/tempat yaitu Pusatnya PSHT tetap di Madiun.

Maka jika kita sering mendengar nama PSHT Pusat Madiun, ini opini yang sangat menyesatkan.

Ki Ageng Harjo Utomo tidak pernah menyandingkan nama organisasinya menggunakan embel embel kedaerahan. Silahkan di cek dalam AD/ART atau Akta notaris pendirian bahwa nama PSHT ya PSHT saja. Tanpa harus disebutkan embel embel kedaerahannya.

Ada apa saat ini terjadi penggiringan opini publik, dengan embel embel nama daerah?

Saya akan menyampaiakan gagasan pemikiran di pembahasan selanjutnya.

Matur nembah suwon kadang kinasih. Sampai berjumpa dipertemuan sinau bareng selanjutnya.

Salam Kebak Katresnan
Di tulis oleh:
Mas Muhammad Solihin Lentera Dunia.

Yuk bagikan!

About Humas PSHT Pusat Madiun

Humas PSHT Pusat Madiun Kepengurusan 2016 - 2021