Memimpin di PSHT ibaratnya Memimpin Sholat

Bagi pemeluk agama Islam, sholat berjamaah mempunyai keutamaan tinggi. Sholat adalah peribadatan wajib menyembah Allah SWT, Tuhan YME yang tidak boleh ditinggalkan bagi orang yang beriman.

Menurut Islam, sholat tidak sembarangan dalam melakukannya. Ada syarat-syarat nya agar sholat itu sah. Yaitu: 1. Beragama Islam, 2. Berakal sehat (tidak berlaku bagi orang gila), 3. Baligh (tidak wajib bagi anak kecil), 4. Suci dari kotoran (hadast kecil dan besar), 5. Suci badan, pakaian dan tempat sholat, 6. Masuk waktu sholat, 7. Menutup aurat, 8. Niat, 9. Menghadap kiblat.

Sholat pun ada rukun atau tahapan-tahapan wajib. Semuanya harus teratur dan tidak boleh berhenti ditengah jalan. Seorang pemimpin sholat (imam) melantunkan surat-surat yang bersumber dari kitab suci Al-Qur’an secara benar dan tepat. Bilamana bacaan surat itu lupa/salah, imam akan mendapatkan suara koreksi dari makmum (jamaah sholat). Bilamana terus saja salah, imam akan menggantikan baca dengan surat lain.

Begitupula memimpin organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).

Menjadi imam (pemimpin) dan jamaah (anggota) di PSHT, dalam menjalankan organisasi pun punya syarat-syarat dan tahapan yang diatur dan bersumber dari Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART).

Kalau syarat dan tuntunan sholat didapatkan dari sumber nya langsung Allah SWT dan Nabi Besar Muhammad SAW. Tanpa ada bantahan. Karena itu perintah wahyu yang harus dilaksanakan (sesuai peristiwa Isra Miraj).

Maka syarat dan tuntunan dalam menjalankan organisasi PSHT datang nya dari Majelis Luhur dan AD/ART hasil kesepakatan bersama para wakil PSHT dari seluruh cabang di dunia.

Ketika sudah menetapkan pemimpin, maka masa menjalankan roda organisasi itu sama seperti menjalankan sholat. Harus tuntas. Bilamana pemimpin ada kesalahan, maka anggota bisa koreksi seperti pada sholat. Anggota bisa bebas berpendapat yang bisa dipertanggungjawabkan apabila mengetahui pemimpin nya melakukan kekeliruan.

Sholat harus tuntas sesuai raka’at nya. Begitupula jalan nya organisasi, harus tuntas 5 tahun sesuai aturan nya. AD/ART PSHT tidak mengenal pergantian pemimpin sebelum masa 5 tahun jabatannya selesai.

PSHT adalah organisasi berazaskan Pancasila dan berdasarkan UUD 1945. Kebebasan berpendapat dan berserikat yang dilindungi UUD 1945 melahirkan AD/ART PSHT yang punya mekanisme pemilihan pemimpin beda dengan NKRI. Itupun sah di mata hukum dan perundang-undangan di Republik Indonesia.

Yuk bagikan!

About Humas PSHT Pusat Madiun

Humas PSHT Pusat Madiun Kepengurusan 2016 - 2021