Parapatan Luhur

Oleh : Mas Nanang BS
Kacab PSHT Magetan

Didalam Organisasi PSHT kata “LUHUR” memiliki tempat yang tinggi dan sangat mulia, karena makna dan manfaatnya yang sangat luar biasa, sehingga banyak digunakan dan disertakan pada lembaga atau kegiatan yg ada di SH Terate.

Misalnya :

Budi Luhur, sebagaimana tujuan dari SHTerate adalah ikut serta mendidik manusia (khususnya para anggotanya) agar ber “budi-luhur” tahu benar dan salah, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, untuk ikut memayu hayuning bawono.

Dengan demikian para warga SHTerate diharapkan bisa bertingkah laku/ bersikap/ berucap/ yang baik dan bermanfaat, bahkan berfikir saja kita harus selalu berfikiran yang baik-baik saja.

Majelis Luhur, adalah Lembaga tertinggi yg menentukan arah kebijakan pengajaran keluhuran budi dalam mencapai maksud dan tujuan SH Terate.

Parapatan Luhur, adalah forum musyawarah-mufakat tertinggi dalam merumuskan arah kebijakan organisasi pada tingkat nasional.

Mengapa kok “Parapatan Luhur” ?

Karena pada forum tersebut terwujud adanya silaturahmi/bertemunya (merapatnya : secara lahir dan batin, fikiran, hati, dan rasa) orang-orang luhur (orang yang membawa amanah dari saudara2nya) yang terdiri dari Majelis Luhur, Pengurus Pusat, Pengurus DKP, Pengurus Cabang, Pengurus Cabang Khusus, dan Dewan Pertimbangan Cabang.

Dalam forum itulah akhirnya amanah dari semua saudara SH Terate disampaikan, dimusyawarahkan, disepakati, dan diputuskan.

Sebagai organisasi yang berproses tumbuh-kembang pada budaya timur yg menjunjung tinggi adab-kesantunan, maka SH Terate sepakat untuk menjunjung tinggi keputusan dari Parapatan Luhur tersebut, karena keputusan tersebut di SH Terate dimaknai sebagai “Perjanjian Luhur” dari para orang2 luhur yang membawa amanah luhur dari saudara2nya/khalayak SH Terate.

Dengan demikian semua produk/hasil dari Parapatan Luhur (yang berupa: produk hukum, ajaran, kepengurusan, maupun program2nya) MUTLAK harus dipatuhi, dihormati, dan dilaksanakan dengan sebaik2nya.

Untu itu sangatlah tidak pantas apabila hasil dari Parapatan Luhur tersebut tidak ditaati.

Di manakah letak keluhuran budi kita?
Di manakah kesetiaan pada hati kita? Apabila keputusan terbaik yang merupakan perjanjian luhur tersebut tidak kita hormati atau bahkan kita khianati ?

Para kadang kinasih dari uraian sederhana tersebut marilah kita selalu berusaha dan memohon kepada Allah SWT, agar kita selalu diberi kekuatan untuk memelihara keluhuran hati kita, keluhuran fikiran kita, keluhuran sikap dan perilaku kita, termasuk keluhuran ucap dan lisan kita, agar kita bisa tetap terjaga pada niat dan jalan yang benar untuk belajar menikmati dan mengamalkan ajaran SHTerate.

Terimakasih, semoga bermanfaat sebagai pepeling untuk kita semua.
______

Di publikasikan oleh :
Biro Humas PSHT Pusat

Ilustrasi pesilat oleh @ridonnyhelmi27

Yuk bagikan!

About Humas PSHT Pusat Madiun

Humas PSHT Pusat Madiun Kepengurusan 2016 - 2021