Pelatih Bantu Biaya Pengesahan Calon Warga. Inspirasi dari PSHT Cabang Mojokerto.

Waktu mendekati pengesahan warga baru PSHT, kadang membuat pikiran bagi calon warga, orang tua, dan bahkan pelatihnya. Kenapa? Dana pengesahan. Tidak hanya uang biaya pengesahan yang ditetapkan oleh cabang PSHT namun harus tersedia uang untuk membeli barang-barang perlengkapan pengesahan.

Besaran dana memang relatif bagi para calon warga namun tetaplah jadi pikiran dan tantangan tersendiri. Terkadang ada calon warga yang harus menunda pengesahan karena dana kurang mencukupi. Bekerja dulu setahun, kemudian menabung, dan ikut pengesahan tahun depan.

Bagaimana jika calon warga itu masih sekolah? Jelas bakal menjadi pikiran orang tua nya juga untuk mencukupinya.

Ada cerita inspiratif dari PSHT Cabang Mojokerto. Ada pelatih PSHT mempunyai prinsip bahwa dana pengesahan harus menjadi tanggungjawabnya juga. Ya, ikut menjadi pikiran pelatih tersebut.

Ikut Pencak Silat Bukan Permintaan Orang Tua

Pelatih PSHT itu bernama Tri Wahyu, mbakyu. Begini prinsipnya:

Ikut pencak silat adalah pilihannya (siswa), bukan permintaan orang tua. Adik-adik siswa tidak saya perkenankan minta orang tua untuk dana pengesahan. Apakah saya tinggal diam? Oh jelas tidak! Tugas pelatih bukan hanya memberi materi dan kerokhanian. Tapi juga membantu adik-adik siswa dalam biayanya. Pengabdian harus total, jangan setengah-setengah karena disinilah kualitas diri dipertaruhkan.

Mrinding kan?

Mbak Tri mulai membantu adik-adik dalam hal pembiayaan pengesahan sejak tahun 1995 hingga sekarang. Wow! Gimana caranya?

Cara paling baru terjadi pada 13 Juni 2020. Ketika adik-adik siswa melakukan tes kenaikan tingkat sabuk putih. Mbak Tri menggabungkan olah raga, olah rasa, dan olah wirausaha pada kegiatan tersebut.

Goal nya adalah: acara kenaikan tingkat lancar, konsumsi aman, dan rupiah masuk tabungan. Cara mencukupi konsumsi dan bisa jadi rupiah adalah dengan cari keong sawah. Keong mas ini sebenanya hama namun dagingnya enak dimakan manusia.

Sebelum mencari keong sawah, Mbak Tri ijin dulu ke para petani pemilik sawah. Para petani jelas setuju karena keong mas adalah hama.

Menurut penuturan Mbak Tri, rundown acara nya adalah:

Pukul 08.00 hingga 10.00 pagi para siswa PSHT mencari keong mas dan melakukan serangkaian tes mental.

Keong mas diserahkan ke 3 warga PSHT (Mbak Tri, Mbak Yanua Rizka, dan Ragil) untuk diolah dan dimasak untuk makan siang para siswa dan warga pelatih. Pun persiapkan sisanya yang banyak untuk dibuatkan paket siap jual.

Adik-adik siswa melanjutkan tes kenaikan tingkat hingga jam 3 sore. Selanjutnya Mbak Tri memberikan tugas adik-adik siswa untuk menjualkan paket-paket masakan keong mas tadi ke tetangga sekitar. Masing-masing siswa mendapat 8 paket keong mas dengan harga Rp. 3.000/paket.

Waktu berjualan yang diberikan Mbak Tri adalah 15 menit saja. Ternyata ada yang 5 menit sudah ludes terjual. Kegiatan tes putih berlanjut sampai jam 5 sore.

Dana yang terkumpul masuk tabungan nya adik-adik siswa untuk membantu biaya pengesahan.

Berawal dari Curhatan Adik-Adik Calon Warga

Mbak Tri menerima curhat adik-adik calon warga pada tahun 1995 tentang biaya pengesahan. Hal ini yang membuat dirinya tergerak untuk membantu meringankan adik-adik.

Mbak Tri mengisahkan, “Kulo njeh ngelesi lare SLB autis, ngelesi lare SD, artone dalem tabung damel mbantu adik-adik. (Saya membuka les untuk anak SLB autis, les untuk anak SD, uang nya saya tabung untuk bantu adik-adik).”

Yang paling lama pernah jualan “bubur sruntul”. Mbak Tri yang buat dan bungkusin bubur nya kemudian adik-adik siswa yang menjualkan. Keuntungan nya ditabung untuk adik-adik.

Tidak terdiam di bubur saja, pernah buat pigora dari kardus bekas, buat tas dari kain perca, aneka bunga dari limbah plastik kresek, bikin baju bayi dari kain perca. Semuanya dari bahan-bahan sisa dan bekas. Mrinding!

Semoga perjalanan dan prinsip hidup Mbak Tri dalam pengabdiannya di PSHT menjadi inspirasi bersama.

Facebook nya Mbak Tri Wahyu

Yuk bagikan!

About SH Terate

Shterate.com, Portal jurnalisme warga Persaudaraan Setia Hati Terate. Berkabar tentang ajaran dan kegiatan yang berbudi luhur.