Pemimpin Sejati, Mengedepankan Keutuhan Dari Pada Perpecahan Bangsa

Oleh: Muhammad Solihin Lentera Dunia

Siapa yang tidak kenal dua ormas besar dinegeri ini? Persaudaraan Setia Hati Terate yang bergerak dalam bidang pendidikan dan pembinaan melalui pendekatan latihan bela diri, pencak silat dan Pemuda Pancasila yang merupakan organisasi paramiliter.

Japto dan Taufiq

Dipertengahan bulan lalu, Kedua ormas besar ini mengalami baku hantam dikarenakan hal sepele. Dilansir dari berita dan video yang beredar dimedia sosial. Kejadian tersebut bermula dari cek cok antara seorang pedagang kopi (anggota PSHT) dan pelanggan kopi (anggota PP).

Menurut pengakuan para saksi di tempat kejadian perkara, peristiwa tersebut terjadi ketika seorang pedagang kopi menagih pelanggannya untuk membayar kopi yang acap kali di hutang. Tidak terima ditagih hutangnya, pelanggan menyerang penjual kopi. Maka terjadi perang mulut antar keduanya hingga berujung adu fisik.

Mereka beradu baku, hingga kepala pelanggan kopi robek berdarah, lantara terbentur lantai. Pelanggan kopi melancarkan serangannya dengan menendang si penjual kopi, dengan gerakan reflek dan cekatan penjual kopi menagkis dan membanting pelanggannya itu. Lelaki berkepela plontos pelanggan kopi itu pun tersungkur dan mengalami bocor dibagian belakang kepalannya. Tidak terima temanya mengalami luka pada bagian kepala. Membuat teman lainya yang ada di TKP, ikut terprovokasi dan menyerang penjual kopi beramai ramai.

Berita pengeroyokan penjual kopi yang merupakan anggota PSHT itu tersebar dimedia sosial. Sontak membuat anggota lainya terpanggil. Tidak memerlukan waktu lama. Anggota PSHT lainnya turun kejalan sebagai wujud solidaritas, mereka mencari pelaku pengeroyokan dan akhirnya perang kedua ormas tersebut tak dapat dihindari. Malam itu juga kepolisian berjibaku mengamankan dan mengendalikan situasi yang mulai memanas.

Minggu, 31 Mei 2019. Di akhir penghujung bulan mei dan menyambut hari lahirnya pancasila. Ketua umum PSHT, Bapak Dr. Ir H Muhammad Taufik, SH.M.Sc mengadakan silaturahmi dengan ketua umum Pemuda Pancasila Bapak Japto Soerjosoemarno.

Ketua umum PSHT, Bapak taufik bersama jajaran pengurus PSHT Pusat bersilaturahmi kerumah ketua umum PP di daerah Ciganjur. Kedua sosok pemimpin tersebut menjalin komunikasi yang baik berkenaan dengan organisasi yang dipimpinnya.

Mereka berdua merupakan sosok pemimpin sejati. Kedua pemimpin ormas tersebut berkomitmen mengedapankan keutuhan bangsa dari pada perpecahan.

Dalam komunikasi kedua pemimpin tersebut, terjalin kedekatan, keakraban dan pandangan yang sama untuk berbuat bagi bangsa ini.

Persaudaraan Setia Hati Terate memiliki tujuan membentuk manusia yang berbudi pekerti luhur tahu benar dan salah, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sedangkan pemuda pancasila memiliki tujuan yang mulia pula, yakni sebagai garda terdepan melestarikan Negara kesatuan republik Indonesia dan mewujudkan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera materil dan spiritual bedasarkan pancasila dan UUD 1945.

Jika kita menilik lebih dalam, ternyata, kedua ormas tersebut sama-sama memiliki tujuan mulia untuk berbuat yang terbaik bagi bangsa ini.

Sebenarnya kedua ormas ini sudah lama terjali sinergi bersama, hal itu dikarenakan banyak anggota PSHT yang bergabung menjadi anggota PP dan sebaliknya banyak anggota PP banyak yang merupakan anggota PSHT, berikut pengakuan kedua pemimpin tersebut.

Ketua umum PSHT, bapak Taufik sangat mengapresiasi dan kagum dengan sosok ketua umum PP, bapak Yapto. Ketua umum PP itu tidak sungkan-sungkan untuk berterus terang dan mengakui bahwa anggotanya memang bersalah dalam kasus perkelahian tersebut. Oleh karena itu dengan jiwa satria beliau meminta maaf atas kejadian berdarah itu dan sekaligus menugaskan sekjen PP (bapak Arif) untuk menon aktifkan anggotanya yang melakukan kesalahan tersebut.

Silaturahmi kedua sosok pemimpin hebat itu terjalin dengan hangatnya, bahkan bapak Japto mengakui bahwa mertua beliau merupakan warga sepuh PSHT. Sehingga beliau sangat paham tentang seluk beluk organisasi PSHT.

Di selah pertemuan, Bapak Yapto memberi statemen, “memang tidak mudah mengelola organisasi besar dengan jumlah masa yang banyak dari berbagai golongan. Maka PP terus berupaya agar orang-orang yang perbuatannya Haram Jadah menjadi lebih dekat dengan Sajadah.”

Bapak taufik pun mengungkapkan pernyataanya dengan mengutip ucapan mas imam kusupangat yang merupakan sesepuh perintis organisasi PSHT hingga beaar seperti sekarang. “Mendidik orang baik agar menjadi lebih baik itu hal yang biasa, tetapi mendidik orang tidak baik (maaf mungkin bejad moralnya) menjadi orang baik, itu perbuatan yang luar biasa.”

Jadi kesimpulan dari pertemuan kedua sosok pemimpin hebat tersebut adalah, PSHT dan PP ataupun dengan ormas lainya, akan terus bersinergi menjunjung tinggi keutuhan bangsa ini. Kedua Organisasi tersebut ingin terus dapat membangun sinergi bersama dalam menjaga, mempertahankan, keutuhan NKRI. Dan Ikut serta “Memayu Hayuning Bawono” menjaga keamanan dunia.

Maka tidak sepantasnya lah, oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk membuat statmen dan menyebar opini untuk membenturkan kedua ormas hebat ini.

Yuk bagikan!

About Humas PSHT

Humas PSHT kepengurusan 2016 - 2021