Pemuda Pancasila dan PSHT Bersinergi Menjaga Keutuhan Bangsa, Komitmen Bersama NKRI Harga Mati

Silaturahim Ketua Umum PSHT Mas Taufik dan Ketua Umum Pemuda Pancasila Mas Yapto

Minggu, 31 Mei 2020
Bertempat di rumah Mas Yapto di daerah Ciganjur, telah dilakukan pertemuan antara PSHT dan Pemuda Pancasila dalam rangka mempererat tali silaturahim antar organisasi.

Yang perlu diketahui bahwa Mas Yapto Ketua Umum Pemuda Pancasila ternyata masih keluarga dekat Mas Pras (berdiri sebelah kanan mas Taufik), dan seniornya Mas Arti (berdiri didepan Mas Yapto). Kebetulan juga mertua Mas Yapto juga sesepuh warga PSHT, sehingga beliau Mas Yapto sangat paham tentang PSHT.

Pemuda Pancasila dan PSHT

Selain itu banyak sekali warga PSHT yang menjadi anggota Pemuda Pancasila atau anggota Pemuda Pancasila yang berlatih di PSHT atau telah menjadi warga PSHT.

Syukur Alhamdulillah dalam pertemuan ini terjadi diskusi yang sangat konstruktif dan penuh kekeluargaan.

Yang patut di apresiasi dan ini diluar ekspektasi mas Taufik sehingga beliau kaget sekaligus salut dan kagum dengan Mas Yapto bahwa diawal pembicaraan, Mas Yapto berterus terang menyampaikan bahwa kasus di Bekasi merupakan kesalahan anggota Pemuda Pancasila dan oleh karena itu Beliau meminta maaf atas kejadian tersebut dan sekaligus menugaskan Mas Arief (Sekjen Pemuda Pancasila) untuk memberikan sanksi tegas kepada anggotanya. Menurut keterangan, Mas Arief telah menon aktifkan anggota Pemuda Pancasila yg telah melakukan kesalahan tersebut.

Mas Yapto menegaskan bahwa antara PP dan PSHT sebenarnya mempunyai tujuan yg sama yaitu ikut menjaga dan mempertahankan NKRI.

Jika kita lihat sejarahnya PSHT ikut berjuang mewujudkan kemerdekaan Indonesia sedangkan PP dilahirkan dari semangat untuk menjaga dan mempertahankan NKRI dimana PSHT telah ikut berjuang mewujudkannya. Jadi sangat aneh jika sampai terjadi gesekan antara PSHT dengan PP.

Situasi seperti saat ini memang sangat rawan dan potensi untuk membenturkan antar ormas sangat tinggi.

Untuk itu kita perlu membangun komunikasi yg lebih efektif agar tidak diperalat oleh pihak-pihak yang akan menggangu stabilitas dan keutuhan NKRI dengan cara membenturkan antar ormas seperti halnya antara PSHT dan PP.

Menurut Mas Yapto, tugas kita memang tidak mudah, kita harus terus berupaya agar orang-orang yg perbuatannya “HARAM JADAH” menjadi lebih dekat dengan “SAJADAH”.

Pemuda Pancasila dan PSHT

Sama dengan tugas kita di PSHT untuk mendidik para warga agar berbudi luhur tahu benar dan salah serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Mas Taufik jadi teringat cerita Mas Wiyono bahwa Mas Imam Koesoepangat sering menyampaikan, “Untuk mendidik orang baik agar menjadi lebih baik itu hal yang biasa, tetapi kalau kita bisa mendidik orang tidak baik (maaf mungkin yg bejad moralnya) menjadi orang baik itu yg luar biasa.”

Jadi dari pertemuan tersebut Kita menjadi paham betapa tidak mudah PP untuk mendidik anggotanya yang maaf “HARAM JADAH MENJADI DEKAT DENGAN SAJADAH” ini sangat luar biasa (menurut ukuran Mas Imam Koesoepangat).

Untuk itu kiranya sangat penting bagi Kita untuk bisa membangun sinergi dengan PP dan juga ormas-ormas lain yang mempunyai tujuan sama yaitu menjaga dan mempertahankan NKRI ,

Semoga ikhtiar kita untuk terus bersilaturahim kepada berbagai pihak mendapat Ridho dan Keberkahan dari Allah SWT, sehingga tujuan bersama agar PSHT ikut MEMAYU HAYUNING BAWONO dapat tercapai dengan baik…Aamiin

Di publikasikan oleh:
BIRO HUMAS PSHT PUSAT

Yuk bagikan!

About Humas PSHT

Humas PSHT kepengurusan 2016 - 2021