Tarmadji : Silahkan Pilih Apa yang Mereka Sukai
MADIUN – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) memutuskan untuk bersikap netral dalam pemilihan presiden (pilpres) putaran II, 20 September mendatang. Sikap ini diambil dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSHT 2004 di Padepokan PSHT Jl Merak Madiun. “Kita tidak menganjurkan atau menggiring anggota untuk mendukung salah seorang calon,” kata Ketua Umum PSHT H Tarmadji Boedi Harsono SE, kemarin.
Menurut dia, sikap ini diambil sebagaimana yang diamanahkan leluhur perguruan silat besar ini. Karena itu, pihaknya tidak akan mempertaruhkan nama organisasi demi kepentingan politik praktis. “Sejauh ini PSHT hanya menyarankan agar warganya menggunakan hak pilihnya. Soal siapa yang mereka pilih apa yang mereka sukai, silakan. Itu hak azasi anggota dan PSHT tidak akan ikut cawe-cawe,” katanya.
Rakernas PSHT 2004 diikuti 128 perwakilan cabang di Indonedia dan ditutup kemarin malam. Menurut Tarmadji, sebagai sebuah organisasi berakar pada budaya warisan leluhur, PSHT tetap bakal konsisten ngleluri budaya dan berjuang mengharumkan nama bangsa lewat jalur budaya.
Yang paling prinsip, ujar Mas Madji, demikian tokoh persilatan ini akrab dipanggil, ketika mereka berkumpul di wadah PSHT, mereka harus mempunyai satu misi, yakni, siap mengamalkan ajaran budi luhur demi menjaga dan melestarikan kehidupan dunia (mamayu hayuning bawana). “Di luar PSHT, kadang kita itu adalah masyarakat umum. Mereka bebas menentukan pilihan. Prinsip, harus bisa menjunjung tinggi ajaran Setia Hati, menjadi teladan umat dalam memayu hayuning bawana,” lanjutnya.
Program lain yang menjadi skala prioritas organisasi, adalah mempersiapkan Adu Bebas Profesional Sabuk Emas PSHT. Tujuannya, menaikkan harkat pencak silat di mata dunia. Mas Madji menjlentrehkan, even ini sengaja digelar untuk memberi ruang pada anak muda yang masih suka berkelahi di luar. “Dari pada mereka berkelahi di luar, mendingan saya siapkan gelanggang dan silakan turun ke gelanggang. Siapa yang menang itulah jawara dan saya bayar,” katanya.
Berbeda dengan Adu Bebas Profesional yang baru digelar beberapa hari lalu, Adu Bebas Profesional Sabuk Emas PSHT ini, merupakan even terbuka untuk seluruh perguruan pencak cilat yang ada di Indonesia. “Dari perguruan mana pun, silakan ambil bagian dan ikut. Saya tidak membatasi,” jelasnya, sambil menginformasikan, even ini bakal digelar lima atau enam bulan mendatang.
Sumber: jawapos.com

Follow




Tinggalkan Balasan