PSHT ini organisasi, bukan grup ronda yang pergantian ketuanya bisa ditentukan lewat desain pamflet Canva/voting di grup WA!
Bikin poster coret-coret foto sesepuh sambil menuntut ‘adakan pemilihan kembali’, tapi giliran diajak musyawarah di Parapatan Luhur (Parluh) 2026 malah memboikot dan bilang acaranya tidak ada.
Logikanya di mana?
Tuntutan kalian itu wadahnya sudah ada dan diatur resmi dalam aturan organisasi AD/ART: namanya Parapatan Luhur 5 tahunan! Bukan seenak udel mu setahun nggak cocok trus KUDETA!
Budayakan membaca sebelum corat coret! Buka AD/ART, pahami bab syarat dan penentuan Ketua Umum.
Kalau mau baca, yakin tidak percaya dengan impen, jarene, dan kabar burung.
Contoh: tentang syarat jadi ketua umum, loyalis KUDETA tercuci otak percaya omongan seniornya bahwa syarat ketua umum adalah harus warga tingkat II selama 15 tahun. Padahal, ayo baca dan gunakan akal untuk memahami AD/ART dibawah ini:
Dan masih banyak lagi contoh-contoh kesetanan akibat tidak mau baca!
Tunggu, masih ada lagi: Loyalis KUDETA tercuci otak percaya omongan seniornya bahwa Mas Taufiq bikin gaduh pecatin ketua cabang. Padahal ketua cabang itu memang bermasalah, contoh baca masalah di PSHT Cabang Sleman <– klik untuk baca! Tabayun, adalah cara mencari tahu, tanda kalian diberi akal oleh Tuhan!
Baca juga masalah di PSHT Cabang Trenggalek <– klik untuk baca!
Jadi …
Kalian dan adik-adik warga juga penyumbang rusak nya PSHT bila percaya impen, percaya jarene, percaya kabar burung!
Kalian dan adik-adik warga juga penyumbang rusak nya PSHT bila tidak mau baca AD/ART!
Karena loyalis kelompok KUDETA adalah kalian dan adik-adik warga yang malas baca plus percaya impen, percaya jarene, percaya kabar burung!
Jangan sampai malasnya kalian bikin malu di mata publik!

Follow






Tinggalkan Balasan